Latest Post

Terlewat

Bagaimana cara bertemu kamu? Harus berjalan atau berlari? Aku takut kamu terlewat dan aku mencari lagi.

Begitu kata-kata yang muncul di Hangout saya beberapa hari yang lalu. Dari siapa lagi kalau bukan dari Ismi. Dan bukan Ismi namanya kalau dia tidak mengirim kata-kata tadi disertai komentar berkyaa-kyaa di layar chat.

Biasanya sih, saya juga akan ikut berkyaa-kyaa bersama dia. Tapi kali ini saya cuma bisa tertawa getir.

Aku sih nggak takut terlewat, Mi. Orang udah dilewat dari kapan. Orangnya lari di depan. Tinggal punggungnya yang keliatan.

Saya tidak pernah takut kalau-kalau saya berjalan atau berlari terlalu cepat dan mungkin akan melewatkan kamu. Karena kamu sudah terlebih dulu melewatkan saya sejak lama.

Kamu pikir punggung siapa yang saya lihat selama sepuluh tahun terakhir?

Saya juga tidak pernah harus memilih apakah harus berjalan atau berlari. Karena jika saya ingin bertemu kamu, maka pilihan saya cuma satu. Saya harus berlari.

Tapi rupanya berlari pun tidak cukup. Karena ketika saya baru mulai belajar berlari, kamu sudah belajar terbang.

The Blogger

A very lazy blogger, apparently. At least in this particular platform. Plurk, Tumblr, and Livejournal have succesfully sucked the life out of me. I still try.

PS: Yes, I moved my self-hosted blog back to Wordpress. In case there are people who still care enough to check my blog, this is my new address. (/ω\)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.